Waktu Tuhan Bukan Waktu Kita

“Waktu Tuhan bukan waktu kita, jangan sesali keadaannya. Untuk semua ada waktu Tuhan, tetap setia mengandalkannya.” Yup, pasti udah pada tau ya sepenggal lirik lagu Maria Shandi yang berjudul “Waktu Tuhan”. Waaahh, lagu ini bener-bener JLEB lho di hati aku. Pertama kali aku denger lagu ini pas di kebaktian doa malam. Emang sih waktu itu aku lagi stress, galau, dan sedih. Jadi, ketika personil paduan suara (padus) nyanyiin lagu ini, aku merasa seakan-akan lirik lagu ini merupakan penghiburan dari Tuhan. Bener-bener menyentuh hatiku, bahkan sampai ke lubuk hati yang terdalam.

Di balik lagu ini, aku punya cerita tersendiri. Aku nyesel banget masuk kuliah jurusan Akuntansi. Andai waktu bisa diputar kembali, andai aku bisa kembali ke masa 5 tahun lalu, aku pasti mengubah pilihan kuliahku. Aku pasti nggak mau milih jurusan Akuntansi! Aku pasti milih jurusan Musik Gerejawi! Dan tentu, aku pasti sekarang udah lulus dari musik gerejawi, udah kerja di gereja sebagai seorang Hamba Tuhan. Kalo mau ikutin imajinasi, mungkin sekarang aku udah di panggil ‘Cuantau Vina”, bukannya “Cicik Vina”. Hahahaha. Yah, namanya juga berkhayal. Toh realita-nya, aku hanya seorang staff keuangan di gereja.

Aku nggak ngerti kenapa Tuhan membuat aku terdampar di situasi seperti ini. Tersesat di jurusan kuliah dan pekerjaan yang gak sesuai passion. Kenapa selama 5 tahun ini Tuhan nggak langsung mengubah haluan kapalku? Nggak langsung ngebuat aku kembali ke jurusan kuliah yang aku idam-idamkan? Aku nggak ngerti apa rencana Tuhan. Rasanya hidupku membosankan dan nggak ada masa depan. Tak bisa dibayangkan kalo 5 tahun ke depan aku tetep berkecimpung dalam dunia angka-angka, tambah-kurang, kali-bagi, debit-kredit. ARGH! Mau langsung resign-pun gak segampang yang dipikirkan, banyak hal yang harus dipertimbangkan. Segala kuk yang kupikul ini, pada akhirnya mendatangkan penghiburan Tuhan yang tepat waktu. Dan lagu “Waktu Tuhan” benar-benar menyayat hatiku. Lagu itu menyadarkanku untuk kembali berharap sama Tuhan dan ngandalin Tuhan senantiasa. Percaya kalo waktu Tuhan yang akan membuat segalanya indah pada waktu-Nya. Oneday, jika sesuai dengan agenda-Nya, Tuhan akan meletakkanku di tempat kuliah ato kerja yang sesuai passion. Meskipun sekarang ini semuanya terlihat mustahil, nggak ada jalan, dan nggak ada pintu yang terbuka. Asal ku tetap setia dan berharap penuh, Dia mampu menolong tepat pada waktu-Nya.

Yup guys, kita semua punya pergumulan yang berbeda. Mungkin ada yang punya kisah serupa seperti aku, ato mungkin ada yang lain versi. Tapi yuk kita sama-sama belajar memercayai Tuhan, khususnya memercayai waktu-Nya yang selalu on time. Tuhan nggak mau juga kalo kita nyesel mulu, melihat ke belakang terus-terusan, dan terjebak dalam masa lalu. Kita semua pernah kok buat keputusan yang salah ato gak bijak. Tuhan memaklumi dan memaafkan ketika kita mengakui dihadapan-Nya. Sedih boleh, kepikiran nyesel lagi juga manusiawi kok. Tapi, ayo, kita sama-sama kembali fokus ke masa depan yang Tuhan janjikan. Saat-saat serangan penyesalan datang kembali, mari naikkan doa dan pujian kita yang mengatakan,”Segala yang terjadi di hidupku, janji Tuhan menghidupiku s’lalu. Ku yakin, percaya ada waktu-Nya Tuhan. Semua kan indah pada waktunya”. Ada amin?

“Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.” (Pengk 3 : 11)

god's timing

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s